• Rab. Apr 17th, 2024

Wabup Humbahas Membuka Kegiatan Audit Kasus Stunting

ByPutra Bhayangkara

Jul 8, 2023
Views: 11

Humbang Hasundutan-Sumut

Putrabhayangkara.com
Sabtu 08/07/2023

Wabup Humbahas Dr.Oloan Paniaran Nababan.S.H.M.H mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam penurunan Stunting di Humbang Hasundutan sampai 12,43‰, Hal itu disampaikannya ketika membuka kegiatan Audit Kasus Stunting, di Aula Hutamas Doloksanggul,

Wakil Bupati Humbahas yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Humbahas,
menyampaikan bahwa target Nasional tahun 2024 adalah 14% berdasarkan data EPPGM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) .”Sementara di Kabupaten Humbahas sendiri berdasarkan data EPPGM per 11 Mei 2023 sudah menyentuh 12,43%.

Namun demikian Oloan tetap berharap agar apa yang menjadi output kegiatan ini menjadi pembelajaran ditiap level administrasi untuk penguatan dan konvergensi program serta memastikan spesifik dan sensitif dilaksanakan dengan benar sehingga angka stunting bisa lebih turun lagi.

Output kegiatan ini nantinya Tim Pakar akan menemukan dan menentukan risiko dan faktor risiko yang sebenarnya tejadi pada sasaran sehingga rencana penanganannya akan tepat dan cepat tertangani.

Wabup menghimbau sebagai orang terdekat dengan sasaran adalah orang tua si anak yaitu Bapak/ Ibu sendiri agar benar-benar memperhatikan anaknya. Anak itu adalah titipan kepada Bapak/ Ibu, jadi jaga lah anak dengan sebaik-baiknya.

Kepada semua Tim Percepatan Penurunan Stunting agar benar-benar melaksanakan tugasnya. Jangan bohong dalam penanganan stunting, dalam pelayanan, pengelolaan data dan semua intervensi ataupun tindakan yang dilakukan. Harus melayani dengan setulus hati, kita berdosa kalau membiarkan anak-anak kita menjadi stunting” tegas Dr Oloan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat drg. Hasudungan Silaban, M.Kes, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Perekonomian dan Pembangunan Eliapzan Sihotang, Kepala Desa atau Perangkat Desa termasuk keluarga sasaran. Hadir juga tim pakar yaitu dr. Ratna Dewi, SPA dan Tuty Hertaty, SKM, M.Kes sebagai ahli gizi.

Frish H Silaban.