• Sab. Apr 20th, 2024

Sisa Uang dari Ketahanan Pangan Tahun 2022 Desa Ulak Lebar Senilai 52.550.000 Dipertanyakan

ByPutra Bhayangkara

Jun 24, 2023
Views: 11

Kaur Bengkulu, Putrabhayangkara.com- Dana Desa (DD) untuk  ketahanan pangan Desa Ulak Lebar Kecamatan Sahung Kabupaten Kaur Tahun anggaran 2022, 20% dari anggaran Dana Desa dan untuk anggaran DD Ulak Lebar sebesar Rp. 740.000.000 juta lebih kurang, Sabtu 24 Juni 2023.

Dan untuk 20% dari anggaran DD di tahun 2022 berjumlah lebih kurang Rp. 150.000.000 juta ini dana ketahanan pangan yang secara rinci dibelanjakan oleh Pemerintah Desa yang pertama.

Bibit padi 270 Kg, untuk harga satuan sebesar Rp. 130.000 ribu perkampil dan Bibit jagung sebesar Rp. 620.000 ribu perkampil untuk jumlah sesuai dengan hasil wawancara dengan Kades dalam keterangan nya mengatakan jumlah harga perkampil untuk jagung sebesar Rp. 700.000 ribu rupiah, jelas Junsi Irawansyah Kades.

“Junsi Irawansyah, Kades Desa Ulak Lebar menjelaskan tentang ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa (DD) 2022 yang berbeda dengan keterangan dari, Dian Ketua BPD.

Sedangkan untuk pembelanjaan yang lain seperti I unit Intraktur sebesar Rp. 33.000.000 juta, harga satuannya untuk Mesin peruntuk jagung sebesar Rp. 13.600.000 juta untuk Mesin besar, sedangkan Mesin yang kecil sebesar Rp. 4.500.000 ribu, ujar Junsi.

Diduga kerugian negara mencapai Rp. 52.550.000 sisa dari ketahanan pangan yang berjumlah dari 20% dari anggaran DD untuk tahun 2022.

Hasil dari wawancara dengan narasumber masyarakat Desa setempat, mengatakan bahwa ke-6 dari Perangkat Desa cuma 2 orang yang masyaryarakat umum selebihnya masih dalam keluarga salah satu diantaranya Sekdes adalah adik kandung dari Kepala Desa, Junsi Irawansyah.

Sedangkan 2 orang narasumber yang lainnya kecewa besar dan mengeluhkan Kepala Desa diduga ada unsur kepribadian seperti Bibit jagung banyak yang lahan sudah siap tapi tidak dapat Bibit jagung, bahkan yang tidak punya lahan dikasih Bibit jagung oleh Kades, ujar narasumber.

Dian, selaku Ketua BPD Desa Ulak Lebar Kecamatan Sahung dengan tegas mengatakan, disaat rapat Musyawarah Desa (Musdes) pertama itu tidak ada didalam RKPDes yang namanya Bibit Padi, dan tidak ada Mesin peruntuk jagung, kata Dian. (Ripasi)