• Sab. Apr 20th, 2024

Proyek Siluman Desa Talang Besar, Sepanjang 75 Meter Terkesan Asal Jadi

ByPutra Bhayangkara

Jul 4, 2023
Views: 6

Kaur Bengkulu, Putrabhayangkara.com- Diduga proyek siluman pembangunan jalan Rabat Beton Desa Talang Besar Kecamatan Padang Guci Hilir Kabupaten Kaur sepanjang 75 Meter, terkesan asal jadi, Selasa 04 Juli 2023.

Pasalnya ini mulai terungkap, berawal dari ada beberapa orang yang berkerja lalu dari awak Media ingin menanyakan tentang dimana keberadaan Kepala Desa, terus dijawab oleh orang tersebut Inisial P Coba lihat dulu dilokasi perkejaan siapa tahu ada, kata P.

Setelah itu dari awak Media langsung menuju ke tempat pekerjaan pembangunan jalan Rabat Beton, yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun anggaran 2023 sepanjang 75 Meter nilai dana mencapai Rp. 100 jutaan.

Terlihat jelas sebelum jalan di bangun, itu sudah ada badan jalan terlebih dahulu dan sebelum di Rabat Beton oleh masyarakat atas perintah Kepala Desa, Amril Kades Talang Besar, jalan tersebut ditimbun memakai Kerukus baru di Rabat Beton.

Dari hasil temuan dilapangan, bangunan tersebut terkesan asal jadi dan amburadul, Amril Kades Talang Besar mengajak kedua awak Media untuk meminta jangan di Poto ayo kita pulang ke rumah saja dengan catatan jangan di Poto dan jangan dipublikasikan, terang Amril.

Namun sangat di sayangkan, meskipun Kepala Desa tidak menyuruh untuk di Poto pekerjaan pembangunan jalan Rabat Beton, dari beberapa awak Media sudah mengambil Poto terlebih dahulu, jawab Kades dengan raut wajah sedikit gemetaran.

Untuk pembangunan pisik Kepala Desa Kecamatan Padang Guci Hilir (Pagulir) terdapat ada beberapa Desa yang menggunakan Material Lokal, salah satu diantaranya, Desa Talang Besar, Desa Air Kering II dan untuk Desa yang lainnya masih dalam pemantauan.

“Amril, selaku Kepala Desa selayaknya memberikan contoh yang baik, dan mengawasi memberikan perintah juga yang benar, tapi bukan membiarkan masyaryarakat nya yang akan terjerumus oleh kesalahan Kepala Desa sendiri karena sifat ke arogansi nya sendiri.”

Jawaban yang tidak masuk akal, masa Kades sebut ngambil Material di Lokasi Desa Ulak Agung yang artinya Material Lokal tapi yang pertanggungjawaban nya Kuari Jauhari, ungkap Amril saat di wawancara oleh awak Media. (Ripasi)