• Sab. Feb 24th, 2024

Proyek Normalisasi Saluran di Dusun Selang 1 Rt 09 Rw 10 Desa Ciwaringin Diduga Dikerjakan Asal Jadi Tidak Sesuai Spesifikasi

ByPutra Bhayangkara

Jul 4, 2023

Putrabhayangkara com II Karawang- Didalam peraturan bupati Karawang no 44 tahun 2016

tentang kedudukan susunan organisasi tugas, fungsi dan tatakerja dinas (PUPR) pekerjaan umum dan penataan ruang yang diantaranya dijelaskan pada nomor urut 3) Pemantauan, evaluasi dan pelaporan dalam pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah bidang pekerjaan umum dan penataan ruang.

Sesuai dengan tugas, fungsi dan tatakerja dinas PUPR tersebut. Warga masyarakat meminta agar dinas PUPR kabupaten Karawang secara optimal melaksanakan fungsi dan tugasnya dalam pemantauan serta evaluasi bidang pekerjaan umum dan penataan ruang. Sehingga pekerjaan proyek pembangunan yang tengah gencar-gencarnya dilaksanakan diseluruh wilayah dikabupaten Karawang bidang PUPR dapat berjalan sesuai spesifikasi yang diharapkan dan sesuai dengan tema HUT kemerdekaan RI. “Bangkit lebih kuat pulih lebih cepat.

Selasa 04/07/2023 rekanan awak media mendapati adanya pelaksanaan pembangunan proyek normalisasi saluran di Dusun Selang (1) Rt 09 / Rw 10 Desa Ciwaringin Kecamatan Lemah Abang Kabupaten Karawang Jawa Barat.

Dari hasil pantauan awak media. Proyek Normalisasi Saluran tersebut dari Dinas PUPR dengan no SPK : 027.2/02.2.01.46.154/KPA-SDA/PUPR/2023 4 dikerjakan CV. Bumi Darussalam bersumber dana APBD tahun 2023 senilai Rp 188.355.000,00 dengan Volume, Panjang = 2 X 215,00 M” : Tinggi = 0,70 M” : L = (..) tidak dicantumkan dipapan informasi. Waktu 60 hari kalender. Diduga dikerjakan asal jadi tidak sesuai spesifikasi.

Pasalnya selain bahan material pasir bangunan yang dipergunakan berkualitas sangat rendah / pasir berwarna merah seperti tanah.

Kemudian pasangan batu pondasi yang paling bawah tidak terisi oleh adukan secara maksimal karena tata letak batu pondasi paling bawah, hanya ditumpuk-tumpuk saja tanpa terlebih dahulu dilaburi adukan. Sehingga dapat dipastikan ditengah tumpukan batu-batu bangunan pondasi paling bawah tersebut, banyak lubang-lubang yang menganga karena batu pondasi yang paling dasar tidak terisi oleh adukan semen dan pasir secara maksimal. Bagaimana sebuah bangunan akan kuat dan kokoh kalau pondasi bawahnya keropos seperti itu.

Menurut salah seorang warga yang mengaku bernama inisial AS saat berada dilokasi proyek normalisasi mengatakan.

“Kalau cara pekerjaannya seperti ini kami yakin bangunan tidak akan bertahan lama, apalagi pasir yang dipergunakan berwarna merah seperti tanah, jelas kualitasnya sangat rendah dan harganya-pun murah.

“Masa sih proyek pemerintah yang menggunakan anggaran APBD yang nilainya ratusan juta rupiah tidak cukup buat beli pasir yang kualitasnya lebih bagus.

“Selain itu cara bekerjanya juga seolah terburu-buru tata letak batu pondasi paling bawah hanya ditumpuk-tumpuk saja tidak disusun secara rapih dengan adukan. “katanya.

“Mungkin pemborong proyek dari CV.Bumi Darussalam ini, pengen meraup keuntungan yang lebih besar sehingga diduga sengaja menggunakan pasir jelek kaya gini. “Imbuhnya

Selanjutnya awak media coba bertanya kepada salah seorang kuli bangunan dengan menggunakan bahasa sunda.

“Mang ari pasir warna beureum kos kieu alus teu jang adukan bangunan ?

“Nya arek kumaha sih dikirimna pasir nu kos kieu.”jawabnya

Terus pengawas ti dinasna sok aya kadieu teu mang ?

“Teu nyaho, urang mah ngan dititah digawe doang. “jawabnya

“Bang kalau pasir berwarna merah begini bagus ngga buat adukan bangunan ?

“Ya mau gimana sih, dikirim pasirnya seperti ini.”Jawabnya

“ngga tahu, saya mah hanya disuruh bekerja saja. “Jawabnya.

Demi menggali informasi lebih lanjut dan berimbangnya pemberitaan awak media coba mengkonfirmasi pihak Dinas PUPR H.Rabudi Kasi bidang SDA melalui via WhatsApp.

“Mohon ijin konfirmasi pak Haji.
Terkait material pasir merah seperti itu, apakah layak dipergunakan untuk bahan bangunan proyek normalisasi ?…

“Coba nanti saya cek. “jawabnya
(Gunawan)