• Rab. Mei 22nd, 2024

Mahasiswa dan Pemuda Jambi Unjuk Rasa Depan Gedung SKK Migas dan Petrochina. Zuhri: Presiden Petrochina Harus Tanggung Jawab Atas Insiden Kecelakaan di Area NEB#9 Betara

ByPutra Bhayangkara

Jun 19, 2023
Views: 16

Jakarta, (putrabhayangkara.om) – Senen. 19 Juni 2023. Puluhan Mahasiswa dan Pemuda Jambi yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Intelektual Peduli Jambi mendatangi gedung SKK MIGAS dan gedung PETROCHINA dijakarta, kedatangan Aliansi Pemuda Jambi tersebut dalam menyampaikan aspirasi Terkait dengan insiden kecelakaan di area NEB#9 di Betara Tanjung Jabung Barat tanggal 18 Desember 2022, yang mana saat para pekerja selesai melakukan perbaikan kebocoran pipa gas yang menghubungkan sumur West Betara ke Betara Gas Plant (BGP). Dari delapan pekerja yang terluka enam diantaranya dievakuasi ke jakarta sejak senin 19 Desember 2022 untuk menerima perawatan intensif, dan dua lainnya dirawat dirumah

sakit di jambi dua pekerja, Kastalani dan Randi Afrianto meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama
beberapa hari dijakarta.

Zuhri selaku oratotor aksi sangat mengapresiasi SKK Migas yang sudah mengeluarkan sanksi tegas dengan pencabutan rekomendasi Tenaga Kerja Asing atas nama Wang QiLin.

” Hanya saja Presiden Petrochina
sebagai Penanggung Jawab tertinggi perusahaan, juga seharusnya dimintai pertanggung jawaban terhadap
komitmen penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau disebut K3 di perusahaan yang ditandai dengan
adanya 2 kecelakaan kerja di area NEB#9 dan kejadian Rig Bohai di tanjung jabung barat – jambi dalam waktu
yang berdekatan.” Ujarnya.

Zuhri menegaskan, VP Technical Business and Development sebagai perwakilan management yang membawahi K3 dan Kegiatan pengeboran, seharusnya ikut bertanggung jawab juga terhadap kejadian fatality yang merenggut korban jiwa
sodara kami dan juga kejadian Rig Bohai di Provinsi Jambi.

” Kami menilai Penunjukan saudara Rudy Hermawan oleh
Presiden Petrochina sebagai Acting Field Manager harus dievaluasi ulang karena saudara Rudy Hermawan sebagai pegawai senior yang terlibat aktif dalam kegiatan yang menyebabkan korban jiwa tanpa melakukan pengawasan langsung di lapangan. Maka atas dasar tersebut diatas kami mendatangi Kantor SKK MIGAS
dan dan Petrochina untuk menyampaikan aspirasi atas permasalahan tersebut.

Apabila aspirasi kami tidak
ditindak lanjuti maka kami akan tindak lanjuti ke Aparat Penegak Hukum lainnya yang terkait.” Sebut Zuhri.

Selanjutnya Zuhri menyampaikan bahwa aksi selanjutnya akan digelar di Kedubes China.

Ada beberapa poin didalam tuntutan Aliansi pemuda jambi tersebut.
1. Meminta SKK Migas untuk segera menindaklanjuti video yang sedang viral terkait profil VP SCM Gusminar
yang diduga kuat melakukan praktek korupsi untuk memperkaya diri sendiri dan oknum oknum tertentu
dan/atau ada pemufakatan kejahatan ditubuh Petrochina dengan melakukan rekayasa proses tender yang
mengakibatkan kerugian negara ratusan miliar rupiah.

2. Meminta SKK Migas untuk segera meninjau perubahan struktur organisasi di lapangan yang dilakukan oleh
saudara Rudy Hermawan dengan mengutamakan kroni dan kepentingan kelompok daripada keselamatan
dan operasional.

3. Meminta SKK Migas untuk dapat mengevaluasi ulang struktur organisasi secara menyeluruh dalam
pengambilan keputusan di Petrochina terutama menyangkut komitmen K3.
4. Meminta SKK Migas untuk dapat melakukan investigasi lebih lanjut terhadap semua Pihak yang
mempunyai peran dalam K3 untuk dimintai pertanggungjawaban dan tidak hanya berhenti pada Wang
QiLin.

5. Meminta Presiden Petrochina untuk segera membebastugaskan saudara Gusminar sampai penyelidikan
selesai dilakukan dan mengganti dengan personil yang lebih kompeten dan memiliki integritas.

6. Meminta SKK Migas untuk merekomendasikan penggantian VP SCM Gusminar beserta Procurement
Manager sesegera mungkin untuk menghindari penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan.

7. Meminta SKK Migas untuk melakukan audit terhadap semua kegiatan pengadaan barang dan jasa selama
di bawah kepemimpinan Gusminar.
8. Meminta Presiden Petrochina untuk meninjau kembali semua proses pengadaan berupa kontrak paying
dengan jangka waktu 3 tahun terkait kegiatan pengeboran yang dilakukan dengan Metode Penunjukan
Langsung dan penyesuaian harga estimasi perusahaan dengan alasan tenggat waktu kegiatan pengeboran yang tidak relevan untuk kontrak 3 tahun.

9. Apabila praktik korupsi dan kelalaian ini dibiarkan maka dapat mengganggu hubungan bilateral antara
China dan Indonesia mengingat Petrochina Adalah BUMN milik China yang beroperasi di Indonesia.

10. Jika dugaan indikasi Korupsi, kolusi dan nepotisme ini dibiarkan yang melibatkan 3 petinggi Management
Petrochina (General Manager VP Technical, Business Development serta VP Supply Chain Management) maka jelas, terlihat bobroknya Organisasi management Petrochina yang berisi orang2 yang tidak kompeten dan tidak bertanggung jawab. (Jhon.T/red).