Dianggap Bantuan Hibah Cuma-Cuma, 20 Ekor Domba Habis Dijual Atlas, Tidak Ada Sisa

author
1 minute, 37 seconds Read

Putrabhayangkara.com || Subang – Sebanyak 3 Desa di Kecamatan Purwadadi, yang mengajukan usulan pengadaan ternak domba, salah aatunya Desa koranji kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang.

Dari ajuan tersebut pada bulan Agustus 2019 melaui Dinas Peternakan Kabupaten Subang terealisasi. untuk jumlah tiap kelompok dari masing-masing Desa berbeda- beda jumlahnya.

Jumlah ternak terbanyak yakni kelompok ternak yang berdomisili di Desa koranji, di ketuai pak Arlas. Jumat (22/04/2022)

Menurut pengakuan arlas ketua kelompok, kalau pengadaan tersebut diajukan melalui musyawarah perencanaan dan pembanguan desa (musrenbangdes) Tahun 2018. Direalisasi kan Tahun, 2019. Jelas Arlas

Masih pengakuan arlas dari perjalanan satu tahun waktu realisasi, satu persatu ternak tersebut dia jual untuk menopang kebutuhan hidupnya, sehingga sebanyak 20 ekor domba tidak tersisa satupun.

Saat di cek ke kandang, secara langsung, tampak sedikitnya pun ada 6 ekor Domba dikandang, dan di duga kuat itu bukan lagi domba pengadaan Bantuan yang diberi oleh Dinas.

Dan benar saja seperti yang diakui arlas, sang ketua kelompok, jika itu memang domba titipan milik orang, jenisnya aja berbeda, tanpa ada rasa malu sedikitpun terpancar dari raut wajahnya Arlas saat mengungkapkan kata-kata.

” domba lama sudah habis pak, di jualln, untuk kebutuhan hidup, kalau yang di kandang sekarang itu titipan orang lain, kebetulan kandang kosong.”

sungguh sangat ironis, disinyalir sebuah alibi dibuat guna mengelabui petugas dari Dinas-dinas terkait, maupun pihak pengawasan daerah kalau-kalau ada pengontrolan ke lokasi.

Satori, Selaku pembantu ppk yang di beri mndat. tufoksi pengawasan pakan ternak salah satu pegawai Dinas Peternakan menyampaikan bahwa pihak dinas berharap bantuan yang diberikan dapat berkembang sehingga dapat bergulir dan memberikan manfaat yang berkelanjutan untuk setiap anggota kelompok.

Baca juga:  Akibat Intensitas Hujan Tinggi, 8 Rumah 'Amblas' di Kedung Jenar Blora

“Apabila dilapangan ada oknum perorangan yang menjual ternak yang diberikan sebagai bantuan, dengan alasan apapun hal tersebut tidak dibenarkan dan harus mengganti,” tegas Satori kepada media.

Satori menyatakan bahwa pihaknya akan meng-cross check setiap laporan yang disampaikan.

“Kami akan melakukan pengecekan di lapangan karena bantyan dari pemerintah dalam bentuk ternak bukan merupakan hibah dan bantuan tersebut ditujukan untuk kelompok bukan untuk perorangan jadi pertanggungjawabnnya pun harus kelompok,” jelas Satori. (Tim MPB Jabar)

Similar Posts

Putra Bhayangkara